SEMU
(Siti Amalia Rizki, Mei 2020)
Ketakutan, Syok, Cemas, berdebar diikuti nafas yg terbatas.
Berbicara tdk bersuara
Bergerak tak dpt melangkah
Melawan ,
Tentu saja ingin.
Namun seketika mati rasa.
Seperti cermin yg terlepas
Namun itu bukan cerminan diri
Mengintai, mencari, mengintip dan menemukannya
Seperti kuat namun ketakutan
Di atas atap, bersembunyi, mengintip dan Mengintai saya.
Dia keluar saya melawan, dia melawan saya menjadi kaku
Kaku bukan berarti menyerah
Mencoba terus-menerus melawan
Walau tau ternyata fatamorgana
Bunga tidurku membangunkan
Ibuku dan aku
JAMBI, 3 Mei 2020
Komentar
Posting Komentar