Langsung ke konten utama
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem atau sekolompok orang yang hidup bersama dalam kehidupan dan berinteraksi dimana setiap individu itu saling membutuhkan satu sama lain.
      Kebudayaan adalah hal-hal yang mengenai budi atau akal. Manusia mempunyai salah satu sifat yang paling mendasar  yaitu berubah atau melakukan perubahan. Perubahan tersebut tentu mempengaruhi cara – cara hidup  masyarakat sekitarnya sehingga terjadilah perubahan  kebudayaan atau yang disebut dengan dinamika kebudayaan. Dinamika kebudayaan  merupakan suatu hal yang unik dan menjadi perhatian oleh para ahli.
1.2  RUMUSAN MASALAH
a.       Apa pengertian Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan ?
b.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan ?
c.       Bagaimana konsep mengenai pergeseran  Masyarakat dan Kebudayaan ?
d.      Apa dampak kebudayaan Indonesia dalam masyarakat ?
e.       Apa fungsi kebudayaan bagi masyarakat ?
f.       Bagaimana keadaan sosial budaya Indonesia ?
1.3  TUJUAN
a.       Untuk mengetahui pengertian  Dinamika Masyrakat.
b.      Mengetahui apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan ?
c.       Untuk mengetahui konsep mengenai pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan
d.      Untuk mengetahui dampak kebudayaan Indonesia dalam Masyarakat
e.       Untuk mengetahui fungsi Kebudayaan bagi masyarakat
f.       Untuk mengetahui keadaan social budaya Indonesia










BAB 2
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan
Dinamika memiliki arti tenaga / kekuatan yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap setiap keadaan. Sedangkan budaya/ kebudayaan adalah hasil cipta karsa manusia yang merupakan suatu sistem pengetahuan, gagasan dan ide yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai landasan pijak dan pedoman bagi masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku dalam lingkungan alam dan sosial di tempat mereka berada. Merujuk pada pengertian di atas maka pengertian dari dinamika masyarakat dan budaya adalah pergerakan atau pergeseran suatu budaya (meliputi pengetahuan, gagasan dan ide) atau kebiasaan masyarakat dari hal lama kepada sesuatu hal yang baru.
2.2  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan
Seiring dengan kemajuan zaman serta teknologi yang canggih, Indonesia bangkit menjadi negara berkembang yang semakin lama semakin tumbuh menjadi negara maju , ini merupakan salah satu perkembangan zaman yang sangat cepat  sering disebut dalam bahasa sosiologi sebagai REVOLUSI seperti dalam al-qur’an yang terdapat dalam surat yaasin (‘’wassyamsu tajrii limustaqarrillaha dzaalika taqdiirul azizi al-‘aliem’’)yang artinya ‘’ dan matahari berjalan di tempat peredarannya demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui’’(Q.S. Yaasin: 38) Hilangnya budaya indonesia secara bertahap di akibatkan karena adanya perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, faktor yang terjadi dalam masyarakat maupun luar masyarakat itu sendiri.[1]
faktor-faktor dalam dan luar yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
1.      Faktor Intern (dalam)
-          Perubahan Demografis
contoh dibidang perekonomian: pertambahan penduduk akan mempengaruhi  persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
-          Konflik Sosial
Contoh konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat di daerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
-          Bencana Alam
contoh bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarakat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
-          Perubahan Lingkungan Alam
Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
2.      Faktor Ekstern (luar)
-            Perdagangan
Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur dengan India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
-          Penyebaran Agama
Masuknya unsur-unsur Agama Hindu dari India atau Budaya Arab bersamaan proses penyebaran Agama Hindu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran Agama Kristen dan Kolonialisme.
Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau ke percayaannya”. Pemerintah secara resmi hanya mengakui lima agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.[2]
-          Peperangan
Kedatangan bangsa barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsur-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.
2.3.  Konsep – Konsep Khusus Mengenai Pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat(1996:142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut sebagai dinamika social.
Konsep – konsep ini dikemukakan oleh ahli antropologi terkenal Koentjaraningrat. Beliau mengatakan bahwa ada lima konsep terkait dinamika kebudayaan. Berikut ini 5 konsep tersebut.
a.       Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
Proses belajar kebudayaan sendiri terdiri dari beberapa bagian. Ada tiga bagian disini yaitu internalisasi (internalization), sosialisasi (socialitation) dan enkulturasi (enculturation).
·         Internalisasi
Proses internalisasi adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal. Individu belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat, nafsu dan emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
·         Sosialisasi
Proses sosialisasi ialah sebuah proses ketika seorang individu mempelajari tindakan – tindakan yang dilakukan untuk melakukan interaksi sosial ketika berhadapan dengan macam – macam individu disekelilingnya yang mempunyai kepribadian serta kedudukan sosial yang berbeda. Hal ini dilakukan dari seseorang saat masih dalam  masa kanak – kanak hingga masa tuanya.
Pada akhirnya sang anak yang akan tumbuh dewasa akan mempelajari sikap, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat yang telah ia dapatkan dari lingkungan sosial dalam keluarganya.
·         Enkulturasi
Proses enkulturasi adalah proses seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat, sistem norma, dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
b.    Proses Evolusi Sosial
Perubahan evolusi sosial adalah perubahan – perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan – perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha – usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan – kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.. Contohnya, pada awalnya orang Indonesia memiliki kepercayaan Animisme dan Dinamisme, kemudian mulai percaya dengan agama Hindhu-Budha, hingga pada akhirnya mengenal agama Kristen dan Islam. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga mengalami garis besar evolusi universal.
·         Proses Difusi Kebudayaan
Difusi kebudayaan adalah salah satu bentuk penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari tempat satu ke tempat lainnya. Penyebaran unsur – unsur kebudayaan dilakukan dengan cara memberi dan menerima unsur – unsur budaya antara dua masyarakat yang berdampingan atau biasa kita sebut dengan simbiosis.Ada tiga macam simbiosis, yaitu:
1.      Simbiosisi Mutualisme
2.      Simbiosis Komensalisme
3.      Simbiosis Parasitisme
Penyebaran kebudayaan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya:
1.      Penyebaran kebudayaan ke masyarakat lain secara damai. Contoh, masuknya kebudayaan Hindu, buddha, dan islam ke Indonesia.
2.      Penyebaran kebudayaan melalui cara kekerasan dan paksaan. Contoh, penjajahan dan pemaksaan kehendak.
c.       Akulturasi dan Asimilasi
·         Akulturasi
Koentjaraningrat mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses akulturasi adalah:
-          Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan.
-          Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing.
-          Saluran – saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima.
-          Bagian – bagian dari masyarkat penerima yang terkena pengaruh unsur – unsur kebudayaan asing.
-          Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing.
Contoh Akulturasi ialah bangunan arsitektur dan interior Keraton Kasepuhan menggambarkan berbagai macam pengaruh, mulai dari gaya Eropa, Cina, Arab, maupun budaya lokal yang sudah ada sebelumnya, yaitu Hindu dan Jawa. Semua elemen atau unsur budaya di atas melebur pada bangunan Keraton Kasepuhan tersebut. Pengaruh Eropa tampak pada tiang-tiang bergaya Yunani. Arsitektur gaya Eropa lainnya berupa lengkungan ambang pintu berbentuk setengah lingkaran yang terdapat pada bangunan Lawang Sanga (pintu sembilan). Pengaruh gaya Eropa lainnya adalah pilaster pada dinding-dinding bangunan, yang membuat dindingnya lebih menarik tidak datar. Gaya bangunan Eropa juga terlihat jelas pada bentuk pintu dan jendela pada bangunan bangsal Pringgondani, berukuran lebar dan tinggi serta penggunaan jalusi sebagai ventilasi udara.
  • Asimilasi
Asimilasi adalah satu proses sosial yang telah lanjut dan yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaan atara individu – individu dan antar kelompok – kelompok, dan makin eratnya persatuan aksi, sikap dan proses mental yang berhubungan dengan dengan kepentingan dan tujuan yang sama. Ada beberapa faktor yang memudahkan asimilasi, yaitu:
  1. Faktor toleransi.
  2. Faktor adanya kemungkinan yang sama dalam bidang ekonomi.
  3. Faktor adanya simpati terhadap kebudayaan yang lain.
  4. Faktor perkawinan campuran .
Contohnya, perubahan – perubahan perilaku yang juga terjadi kerika seorang imigran menyimpang dari pola – pola budaya lama yang dianutnya dan mengganti pola – pola lama tersebut dengan pola – pola budaya baru. Amerikanisasi juga merupakan contoh khusus dari asimilasi. Salah satu contoh proses asimilasi adalah program transmigrasi yang dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru. Program transmigrasi ini tidak hanya berhasil meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia, tetapi program transmigrasi ini juga mengakibatkan terjadinya asimilasi, terutama di wilayah Riau. Hal ini terlihat dari banyaknya transmigran yang menghasilkan budaya baru, misalnya Jawa – Melayu, Mandailing – Melayu, dan lain sebagainya.
  • Inovasi
Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber – sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk – produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu penemuan baru (discovery) dan invention (pengembangan penemuan yang telah ada).
Inovasi sangatlah penting bagi terjadinya suatu perubahan budaya. Sebab perubahan dalam aspek budaya apapun tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses penemuan yang kemudian menghasilkan perubahan besar. Perubahan melalui penemuan baru itu, berlangsung dengan proses belajar yang mungkin cukup lama, setahap demi setahap baru kemudian dihasilkan. Hasil inovasi tersebut ketika diterapkan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan menghasilkan suatu perubahan.
Contoh Inovasi, Misalnya dalam penemuan pesawat terbang yang ditemukan oleh bangsa Eropa pada abad ke-19, hasil inovasi tersebut telah menyebar ke berbagai negara, bahkan ke Indonesia. Namun para ahli antropologi memperhatikan bagaimana proses ditemukannya nilai inovasi tersebut. Proses penemuan berlangsung seiring dengan kebutuhan masyarakat.
2.4  Dampak kebudayaan Indonesia bagi masyarakat
Berikut dampak kebudayaan Indonesia bagi masyarakat, antara lain:
a.       Pengaruh Positif dapat berupa :
-          Peningkatan dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi.
-          Terjadinya pergeseran struktur kekuasaan dari otokrasi menjadi oligarki.
-          Mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global.
-          Tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
-          Tidak berseberangan dengan desentralisasi.
-          Bukan penyebab krisis ekonomi.
b.      Pengaruh Negatif berupa :
-          Menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial. Masyarakat akan minder apabila tidak menggunakan pakaian yang bermerk (merk terkenal).
-          Terjadinya kesenjangan budaya. Dengan munculnya dua kecenderungan yang kontradiktif. Kelompok yang mempertahankan tradisi dan sejarah sebagai sesuatu yang sakral dan penting (romantisme tradisi). Dan kelompok ke dua, yang melihat tradisi sebagai produk masa lalu yang hanya layak disimpan dalam etalase sejarah untuk dikenang (dekonstruksi tradisi/disconecting of culture).
-          Sebagai sarana kompetisi yang menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah posisi negara melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling menghancurkan.
-          Sebagai pembunuh pekerjaan. Sebagai akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per unit produksi, maka output mengalami peningkatan drastis sedangkan jumlah pekerjaan berkurang secara tajam.
-          Sebagai imperialisme budaya. Proses globalisasi membawa serta budaya barat, serta kecenderungan melecehkan nilai-nilai budaya tradisional.
-          Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis.. Proses globalisasi yang ganas telah melahirkan sedikit pemenang dan banyak pecundang, baik pada level individu, perusahaan maupun negara. Negara-negara yang harga dirinya diinjak-injak oleh negara-negara adi kuasa maka proses globalisasi yang merugikan ini merupakan atmosfer yang subur bagi tumbuhnya gerakan-gerakan populisme, nasionalisme dan fundamentalisme.
-          Malu menggunakan budaya asli Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang berada di wilayah Indonesia.
2.5.Fungsi Kebudayaan bagi Masyarakat
Kebudayaan berfungsi sebagai:
a.       Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
contohnya: norma. Normama adalah kebiasaan yang dijadikan dasar bagi hubungan antara orang-orang tersebut sehingga tingkah laku masing-masing bisa diatur. Norma sifatnya tidak tertulis dan berasal dari masyarakat. Makan apabilsa dilanggar, sangsinya berupa semoohan dari masyarakat.
b.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya contoh: kesenian. 
c.       Melindungi diri kepada alam. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan alamnya.
d.      Pembimbing kehidupan manusia
e.       Pembeda antar manusia dan binatang
f.       Hasil karya "masyarakat" melahirkan teknologi atau"kebudayaan" kebendaan yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi "masyarakat" terhadap lingkungan dalamnya.
2.6.Keadaan Sosial Budaya Indonesia
a.Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Indonesia
       Indonesia adalah salah satu bangsa yang terdapat di Asia. Kehidupan di Indonesia memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, selain itu masyarakat Indonesia hampir menempati seluruh kepulauan yang ada di Indonesia yang menjadi satu kesatuan sehingga Indonesia tidak hanya dikenal dalam hal budaya dan potensi alam saja melainkan juga dalam hal pola kehidupan semua masyarakatnya.
       Kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok-pelosok negeri . Satelit atau parabola yang dapat menangkap banyak channel-channel televisi , mulai dari ujung timur sampai dengan ujung barat. Internet sudah mulai memasuki di kafe-kafe, di warung-warung bahkan di rumah-rumah. Banyak hal positif yang dapat kita ambil dari merebaknya internet tersebut. Namun, tidak sedikit hal-hal negatif yang akan memperngaruhi kehidupan masyarakat, terutama kalangan remaja.
       Di samping itu maraknya sinetron-sinetron dan film-film layar lebar yang mengupas tentang kehidupan remaja turut pula memberikan andil yang besar terhadap perkembangan remaja dewasa ini. Hal itu disebabkan karena keingintahuan mereka yang sangat tinggi terhadap apa yang mereka lihat. Karena itulah mereka cenderung ingin mengikuti apa yang mereka lihat di televisi, film, dan internet. Padahal yang mereka lihat tidak lain adalah film-film orang dewasa, yang kebanyakan mengajarkan untuk mengkonsumsi narkoba, rokok, pergi ke diskotik, meminum minuman beralkohol, pulang sampai larut malam dan lain sebagainya.
       Kita dapat melihat dengan jelas bagaimana kehidupan remaja Indonesia sekarang. Kehidupan remaja Indonesia sekarang sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa lalu. Kalau orang-orang tua kita mengatakan bahwa dahulu ketika remaja mereka masih tahu bertata krama dan bersopan santun kepada kedua orangtuanya dan kepada orang lain yang lebih tua maka hal itu sudah banyak yang bergeser.
Remaja sekarang banyak yang sudah tidak mengerti akan tata krama dan sopan santun. Mereka cenderung lebih berani melanggar peraturan orang tua mereka. Dari cara berpakaian pun antara remaja masa lalu dengan masa kini sudah sangat berbeda.
b.Sistem Kepercayaan / Religi
       Di Indonesia terdiri dari lima agama besar, yaitu: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan di dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya.
       Dengan banyaknya agama atau aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Bukan berarti bahwa selalu terjadi penekanan terhadap agama lain. Namun hal ini mulai berkurang semenjak demokrasi di Indonesia mulai ditegakkan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia. Tapi, satu hal yang sangat menonjol yaitu , kebebasan sangat dijunjung tinggi dalam hal ini. Semuanya hidup secara damai. Inilah yang membuat bangsa Indonesia terkenal dengan keanekaragamannya.
c.Bahasa Dan Kesenian
       Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36 dan tersirat dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bahasa ini diresmikan pada tahun 1945, tepat pada masa kemerdekaan bangsa Indonesia. Meski demikian, tidak banyak dari penduduk Indonesia yang menggunakannya sebagai bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari karena masyarakat lebih suka menggunakan bahasa daerahnya. Bahasa Indonesia sendiri adalah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia tapi telah mengalami banyak perubahan dan penyempurnaan.
       Sementara itu, jenis kesenian di Indonesia dapat dikategorikan dalam beberapa klasifikasi seperti: seni tari, seni music, seni bela diri, seni busana, dan banyak lagi. Kebanyakan kesenian tersebut dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu. Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Seni bela diri yang unik juga berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Dan juga seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke salah satu contohnya adalah music dangdut.
d.Ekonomi Dan Mata Pencaharian
      Berdasarkan beberapa pasal yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan dalam beberapa pasal dalam Undang-Undang dapat disimpulkan bahwa Indonesia menggunakan sistem perpajakan dengan nilai pajak yang cukup tinggi, dan pemerintah masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak dan yang mungkin mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi negara. Ini menandakan bahwa Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan prinsip-prinsip dari dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet.
       Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.
Berbicara mengenai mata pencaharian, umumnya mata pencaharian masyarakat Indonesia saat ini bergelut di bidang kesenian, hukum, kedokteran, militer, dagang, pariwisata, pasar modal, dan lain-lain. Tetapi dengan banyaknya mata pencaharian tersebut bukan berarti bahwa bangsa Indonesia telah terlepas dari pengangguran dan kemiskinan. Masih banyak masyarakt Indonesia yang berada di dalam lingkaran pengangguran dan di bawah garis kemiskinan.



BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang kami jabarkan maka dapat disimpulkan bahwa Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan adalah pergerakan atau pergeseran suatu budaya (meliputi pengetahuan, gagasan dan ide) atau kebiasaan masyarakat dari hal lama kepada sesuatu hal yang baru.
Pergeseran masyarakat dan kebudayaan biasanya disebut dengan dinamika sosial. Dinamika ini memiliki beberapa tahapan yang berbentuk seperti siklus, seperti konsep-konsep khusus mengenai pergeseran masyarakat dan kebudayaan, proses belajar kebudayaan sendiri (proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi ), proses evolusi sosial (proses mikroskopik dan makroskopik dalam evolusi sosial, proses-proses berulang dalam evolusi sosial budaya dan proses mengarah dalam evolusi kebudayaan ), dan faktor-faktor dalam dan luar juga dapat mempengaruhi pergeseran masyarakat dan kebudayaanya.



Saran
Kami sebagai penulis sangat menyadari bahwa materi yang kami buat ini masih banyak kekurangan. Jadi untuk itu kami  meminta kepada saudara-saudari semuanya untuk memberikan saran, kritikan, dan hal-hal lainnya yang bisa membangun untuk menuju kepada yang lebih baik. Agar pembuatan makalah berikutnya lebih baik lagi, dan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan orang yang membacanya.














DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah darah dan golongan darah

DAFTAR ISI BAB I                                                               PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG MASALAH ………………………………………………………………………… 1.2   RUMUSAN MASALAH …………………………………………………………………………………. 1.3   TUJUAN PENULISAN ………………………………………………………………………………….. BAB II 2.1 TINJAUAN KEPUSTAKAAN           …………………………………………………………………… BAB lll DARAH DAN GOLONGAN DARAH 3.1. Pengertian Darah         .......................................................................................................... 3.2 Sistem Peredaran Darah       ...
Politikus Inggris: Israel Harus Culik Obama LONDON – Politikus Partai Independen Inggris (UKIP) membuat heboh panggung politik di negara itu, setelah dia menyerukan Israel untuk menculik Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Seruan politikus bernama Jeremy Zeid  […] sumber :  http://jelajahilmu.com/
Iran Minta PBB Bertindak Hentikan Agresi Saudi di Yaman Siti Amalia Rizki   April 2, 2015   0 Sunting Ini AL KUWAIT – Pemerintah Iran meminta Sekjen PBB, Ban Ki-moon bertindak untuk menghentikan agresi militer Arab Saudi dan koalisi Teluk di Yaman yang sudah berlangsung seminggu. Permintaan Iran itu disampaikan  […] sumber :  http://jelajahilmu.com/