Langsung ke konten utama

MAKALAH-MAKALAH TUGAS KULIAH

MAKALAH SEJARAH SENI PERTUNJUKKAN
LONGSER

Nama Kelompok :
1.          Siti Amalia Rizki                     (I1D115001)
2.          Muhammad Idris Saleh           (I1D115007)
3.          Ratumas Fitri Wulandari         (I1D115006)
4.          Enny Afrillia                           (I1D115032)
5.          Afrillia Mahindri                     (I1D115029)
Dosen Pembimbing :
Cerly Chairani Lubis M.Sn

SENDRATASIK
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS JAMBI
2015
KATA PENGANTAR
            Bismillahirrahmanirrahim.
            Allhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, tidak lupa pula shalawat dan salam untuk junjungan kita yakni Muhammad SAW yang mengantarkan kita pada cahaya islam.
Kami berterimakasih kepada Ibu Cerly Chairani Lubis M.Sn selaku Dosen mata kuliah Sejarah Seni Pertunjukkan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka untuk menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Seni Pertunjukkan Longser.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membaca. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan penulisan.

Jambi,   September 2015

penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah .................................................................................. 1
1.3  Tujuan .................................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN
1.1  Pengertian Longser ................................................................................ 3
1.2  Asal-Usul Longser.................................................................................. 3
1.3  Struktur Pertunjukkan Longser .............................................................. 6
1.4  Bentuk Pergelaran Longser.................................................................... 13
BAB 3 PENUTUP
5.1  Simpulan ................................................................................................ 19
5.2   Saran...................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang Penulisan Makalah

Indonesia kaya akan berbagai macam budaya dimana salah satunya pertunjukan Longser.Longser sering disebut dengan Teater. Teater tradisional atau Teater Rakyat yang lahir di tengah-tengah rakyat dan masih menunjukkan kaitan dengan upacara adat dan keagamaan. Artinya pertunjukan hanya dilaksanakan dalam kaitan dengan upacara tertentu, seperti khitanan, perkawinan, selamatan dan  yang menanggung semua pembiayaan adalah yang punya hajat dan dapat ditonton gratis oleh undangan dan masyarakat. Tempat pertunjukan dapat dimana saja seperti halaman rumah, kebun, balai desa, tanah lapang.
Namun,  masyarakat cenderung lebih tertarik kepada hal-hal yang baru yang  bersifatlebih modern dan melupkan pertunjukan yang bersifat tradisional dari daerahnya. Oleh sebab itu, kami ingin membahas  pertunjukkan Longser. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan seni pertunjukkan Longser karna saat ini, banyak dari anak-anak muda yang tidak mengenal akan pertunjukkan itu.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Pertunjukan Longser ?
2.      Bagaimana Asal-Asul Pertunjukkan Longser ?
3.      Apa Saja Struktur Pertunjukkan Longser ?
4.      Apa Saja Bentuk Pergelaran Longser ?





C.    Tujuan
Makalah ini ditulis untuk :
1.      Untuk mendeskripsikan  Pengertian Pertunjukan Longser
2.      Untuk mendeskripsikan Asal-Asul Pertunjukkan Longser
3.      Untuk mendeskripsikan Struktur Longser
4.      Untuk mendeskripsikan Bentuk Pergelaran Longser

D.    Manfaat
Makalah ini dibuat untuk semua masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang seni pertunjukkan longser.





















BAB 2
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Longser
Kata Longser  terdiri dari Long (melong)  dan Ser (rasa/gairah seksual) . Longser  merupakan salah satu jenis teater rakyat yang hidup dan berkembang di daerah Priangan, khususnya di daerah Bandung.
Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sekitar tahun 1915 di Bandung terdapat sebuah pertunjukan rakyat yang disebut doger.  Dalam perkembangannya, doger  berubah menjadi lengger  kemudian berubah lagi menjadi longser .
Bentuk pertunjukan longser adalah sebuah teater rakyat yang mengandung unsur tari, nyanyi, lakon dengan ditambah lelucon. Biasanya, pertunjukan ini dilakukan pada malam hari di tempat terbuka dengan menggelar tikar. Hal itu membuat penonton membuat setengah lingkaran seperti tapal kuda. Di tengah arena pun diletakkan oncor sebagai alat penerangan.
B.            Asal- Usul  Longser
Longser merupakan salah satu jenis teater rakyat yang hidup dan berkembang di daerah Priangan, khususnya di daerah Bandung. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sekitar tahun 1915 di Bandung terdapat sebuah pertunjukan rakyat yang disebut doger. Dalam perkembangannya doger berubah menjadi lengger kemudian berubah lagi menjadi longser. Longser cukup berjaya sekitar tahun 1920-1960-an. Pengertian dari longser belum ditemukan secara pasti apa artinya. Akan tetapi beberapa keterangan mengaitkan pengertian itu dalam kirata basa. Di dalam bahasa Sunda, ada yang dinamakan kirata basa (akronim) kependekan dari dikira-kira tapi nyata. Long dari kata melongyang artinya memandang dan berartinya ada sesuatu rasa, hasrat, atau gairah seksual. Namun tampaknya pengertian itu hanya dikarang-karang saja karena belum tentu kebenarannya, terlihat seperti terlalu dipaksakan.
Bentuk pertunjukan longser adalah teater rakyat yang di dalamnya terdapat unsur tari, nyanyi, lakon yang di dalamnya sarat dengan lelucon. Biasanya dipertunjukan pada malam hari di tempat terbuka dengan menggelar tikar. Secara otomatis penonton pun membuat setengah lingkaran seperti tapal kuda. Di tengah-tengah arena biasanya diletakkan oncor bersumbu tiga atau lima sebagai alat penerangan. Gamelan diletakkan di belakang yang sekaligus juga sebagai tempat berganti pakaian oleh anggota rombongan. Walaupun umumnya pertunjukan malam hari, namun kadangkala dipertunjukan pula siang hari dengan istilah lain yaitu lontang.
 Longser biasanya dipertunjukan dengan cara mengamen, walaupun sekali-kali ada yang nanggap. Waditra (alat musik) yang digunakan dalam pertunjukan Longser adalah ketuk, kendang, dua buah saron, kempyang, kempul, goong, kecrek, dan rebab. Dalam perkembangannya waditra yang digunakan semakin lengkap yaitu ditambah dengan terompet, bonang, rincik, gambang, dan jenglong yang berlaraskan salendro.
Antara tahun 1920-an hingga tahun 1960-an Longser Bang Tilil terus mengalami perkembangan hingga mencapai masa puncaknya. Di samping itu, muncul pula kelompok-kelompok lain seperti Bang Soang, Bang Timbel, Bang Cineur berasal (Cimahi). Bang Kayu (Batu Karut), Bang Auf (Kamasan, Sumanta (Cikuda). Tahun 1939 terbentuk grup Longser Pancawarna yang dipimpin oleh Ateng Japar. Ateng Japar pada awalnya bersatu dengan Bang Tilil tetapi kemudian memisahkan diri dengan membentuk grup baru. Kedua grup ini kemudian membuat komitmen untuk membagi wilayah pertunjukan. Bang Tilil menguasai daerah Kota Bandung sedangkan Ateng Japar menguasai daerah di luar Kota Bandung. Kini kelompok-kelompok longser sudah jarang ditampilkan. Namun demikian sekitar tahun 1990-an muncul longser yang dikemas menjadi seni pertunjukan oleh mahasiswa teater STSI Bandung. Terbentuklah kelompok LAP (Longser Antar Pulau).

Musik Longser sebelum berkembang terdiri dari :
  1. kendang
  2. terompet
  3. rebab
  4. saron
  5. goong
  6. kecrek
Perkembangan selanjutnya menjadi lengkap :
  1. kendang
  2. bonang
  3. rebab
  4. rincik
  5. gambang
  6. saron 1 saron 2
  7. kecrek
  8. jengklong
  9. goong
  10. ketuk
dimana kesemuanya berlaras Salendro.Busana yang dipakai sederhana tapi mencolok dari segi warnanya terutama busana yang dipakai oleh ronggeng biasanya memakai kebaya dan samping batik . Untuk lelaki memakai baju kampret dengan celana sontog dan ikat kepala . Dalam perkembangannya Longser dikemas menjadi bentuk Longser moderen dengan memakai naskah dan tidak menggunakan setting oncor / memakai pengiring karawitan tetapi lebih kepada perkembangan konsepnya yang diambil dengan garapan baru .




C.    Sruktur Longser biasanya terdiri dari :
  1. Tatalu dengan lagu Gonjing sebagai bewara bahwa pertunjukan Longser.
  2. Kidung sebagai bubuka yang dianggap memiliki kekuatan magis untuk upaya pertunjukan lancar juga disisi lain kidung dipakai lagu persembahan pada arwah nenek moyang kidung biasanya dinyanyikan oleh ronggeng yang perkembangannya dinyanyikan oleh Sinden.
  3. Munculnya penari-penari yang diawali dengan wawayangan ( tarian perkenalan para ronggeng dengan memperkenalkan para penari dengan julukan seperti si Batresi Oray, Si Asoy,si Geboy. goyang pinggul diistilahkan dengan eplok cendol , tari yg dibawakan adalah ketuk tilu / Cikeruhan
  4. Penampilan bobodoran dengan musik dan tarian biasanya bodor menirukan tarian ronggeng / kata-kata sehingga penonton tertawa
  5. Pertunjukan Longser memainkan sebuah lakon yang diambil dari  kehidupan seharian seperti perkawinan, pertengkaran, perceraian . Setiap cerita dibawakan dengan penuh canda, atau banyolan khas lokal.

D.    Bentuk Pergelaran Longser

Bentuk pergelaran longser dibangun dari beberapa bagian penting yang menjadi ciri khas kesenian tersebut. Sebuah pergelaran Longsér biasanya dilengkapi oleh nayaga (penabuh musik), pemain, bodor (pelawak), dan ronggeng (penari merangkap penyanyi) yang berfungsi daya tarik tersendiri bagi penonton.

1.         Nayaga
Nayaga merupakan istilah pedalangan berarti sekumpulan orang atau sekelompok orang yang mempunyai keahlian khusus menabuh musik. Adapun jenis peralatannya adalah gamelan (musik pengiring); gendang, rebab, saron, bonang, panerus, goong dan kecrek. Peralatan lainnya adalah lampu penerang, bisa berupa patromak atau oncor/obor (sejenis). Sampai saat ini, beberapa grup Longser masih menggunakan obor, walaupun hanya sebagai simbol karena penerangan sudah memakai listrik. Sebagai pengeras suara, mereka menggunakan spiker dan accu.
Perbatasan antara pemain dan penonton hanyalah menggunakan sebuah garis putih, berupa serbuk kapur yang ditaburkan membentuk lingkaran.

2.         Ronggeng
Ronggeng dikenal sebagai penari merangkap penyanyi pada seni Longser. Banyak yang beranggapan miring pada tokoh yang satu ini, bahwa ronggeng adalah wanita perayu dengan tarian erotis sebagai pemikatnya.Anggapan tersebut membuat beberapa penari Longser saat ini enggan disebut ronggeng. Padahal ronggeng mempunyai peran yang sangat penting dalam seni Longsér. Ia mempunyai daya tarik tersendiri, dan akan terasa hambar jika Longsér tidak dilengkapi oleh ronggeng.
Setelah nayaga menabuh gamelan, dan penonton mulai datang, permainan pun dimulai. Ronggeng bertugas membuka pementasan dengan sebuah tarian. Dilengkapi Kostum dan tata rias yang cukup mencolok, ronggéng menari di tengah-tengah penonton dengan berbagai jenis nuansa gamelan. Beberapa gerakan tari, seperti “éplok céndol” (tarian dengan gerakan goyang pinggul yang cukup erotis), cukup membuat penonton terkesima. Nah, daya tarik inilah yang kemudian membuat para penonton enggan beranjak.
Selain ronggeng muda, dengan penampilan cantik dan menarik, juga ada ronggéng yang sudah berumur. Ronggéng yang satu ini biasanya menampilkan tarian kocak yang membuat penonton terbahak-bahak. Dalam sebuah pementasan Longser, ronggeng hadir beberapa kali. Apalagi banyak ronggeng yang ikut berakting dengan pemain lainnya. Beberapa grup Longser mempunyai lebih dari satu ronggeng. Mereka menari dan menyanyikan lagu-lagu Sunda silih berganti. Ronggéng pun berperan pada saat “ngarayuda” (meminta sumbangan alakadarnya kepada penonton sebagai imbalan pementasan). Ronggeng yang cukup terkenal adalah Si Kucrit dari grup Longséng Bang Tilil.

3.      Bodor
Salahsatu ciri khas seni Longser adalah dengan adanya bodor atau pelawak. Bodor hadir setelah ronggeng menampilkan tarian pembuka. Ia kemudian menari meniru ronggéng, dengan gerakan yang kocak dan mimik yang humoris. Bodor bertugas memperkenalkan grup Longser yang sedang pentas, menggunakan bahasa yang komunikatif dan seringkali dibumbui dengan canda. Jika pementasan diadakan dalam sebuah kariaan, maka bodor pun mengungkapan maksud dan tujuan penyelenggara kariaan.
Setelah itu, bodor meminta menari bersama ronggéng. Nah, ketika itu, munculah bodor lain dan ikut menari. Kemudian secara katikatural mereka berebut ronggeng. Ronggeng kemudian meminta bayaran, dan karena bodor (pura-pura) tidak mempunyai uang, maka mereka “ngarayuda”, meminta sumbangan kepada penonton. Namun ada juga penonton yang spontan melemparkan uang ke arena pentas dengan menggunakan saputangan atawa kain karembong.
Setelah itu bodor pun mulai berdialog dengan mengangkat sebuah téma yang telah dipersiapkan. Umumnya, tema yang diangkat adalah kehidupan sederhana masyarakat Sunda. Beberapa pemain (selain bodor) menampilkan berbagai peran, dari ketua RT sampai orang kaya yang kikir.
Cerita dalam Longser umumnya spontanitas, dan naskah, atau bahkan merupakan pengulangan cerita lain yang pernah dipentaskan. Tema cerita pun bagian dari kehidupan sehari-hari, umpamanya tentang “bobogohan” (kisah cinta) antara orang miskin dengan orang kaya. Kisah sederhana ini, sering dilengkapi oleh konflik yang lucu, dan selalu diakhiri dengan happy ending. Kadang-kadang, cerita pun tidak selesai dipentaskan berhubung keadaan alam, misalnya turun hujan, atau karena sudah tidak ada penonton.
Belakangan ini, cerita pada Longsér dipersiapkan dengan naskah skenario. Tetapi unsur spontanitas serta komunikasi dengan penonton masih dipertahankan.
Longser dan Peralatan Sederhananya adalah jenis kesenian yang sangat merakyat. Berbagai unsur seni bergabung dalam Longser, mulai dari seni akting, seni musik, dan seni tari. Peralatan yang digunakan untuk pementasan pun cukup sederhana. Kostum misalnya, tidak menggunakan kostum khusus, namun menggunakan pakaian sehar-hari. Dari mulai datang hingga pementasan, tidak pernah berganti pakaian (kecuali ronggeng). Tidak seperti sekarang, kostum Longser telah dipersiapkan, sesuai dengan tokoh yang akan diperankan.
Ronggeng misalnya, hanya mengenakan kebaya dan samping dengan motif batik. Tata riasnya pun sederhana, walaupun cukup “menor” (mencolok). Pada perkembangan selanjutnya, busana ronggeng diseragamkan. Sedangkan busana bodor dan pemain lainnya berupa baju kampret, celana sontog, kain sarung, kopiah atau ikat kepala.
Begitu juga peralatan lainnya, menggunakan barang-barang yang ada di sekitar pementasan. Ketika sebuah cerita memerlukan peralatan kursi misalnya, maka gendang pun dapat difungsikan sebagai kursi.
Ketika Longser dipentaskan di arena terbuka, penataan “panggung” dilaksanakan sesaat sebelum acara dimulain. Artinya tidak ada persiapan yang panjang seperti layaknya sebuah pementasan teater. Mengacu pada Longser Bang Tilil, yang dipentaskan pada tahun 1950-an, para pemain dan nayaga datang pada sore hari, sekitar pukul empat. Mereka datang dengan menggunakan beca sebagai sarana pengangkut peralatan. Ada juga grup Longser yang tidak dilengkapi dengan kendaraan. Mereka datang sambil memikul peralatan, dan disimpan di mana longser akan digelar, misalnya di stasiun. Hal ini untuk mengundang perhatian penonton, sebagai pertanda bahwa pada malam itu akan dilaksanakan pertunjukan Longser.




















BAB 3
PENUTUP
A.    SIMPULAN
Longser  merupakan salah satu jenis teater rakyat yang hidup dan berkembang di daerah Priangan, khususnya di daerah Bandung. Bentuk pertunjukan longser adalah sebuah teater rakyat yang mengandung unsur tari, nyanyi, lakon dengan ditambah lelucon.
Longser merupakan salah satu jenis teater rakyat yang hidup dan berkembang di daerah Priangan, khususnya di daerah Bandung. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sekitar tahun 1915 di Bandung terdapat sebuah pertunjukan rakyat yang disebut doger. Dalam perkembangannya doger berubah menjadi lengger kemudian berubah lagi menjadi longser. Longser cukup berjaya sekitar tahun 1920-1960-an. Pengertian dari longser belum ditemukan secara pasti apa artinya. Long dari kata melongyang artinya memandang dan berartinya ada sesuatu rasa, hasrat, atau gairah seksual.
Struktur longser terdiri dari tatalu, kidung, penari, bobodoran, dan pertunjukkan longser.
Bentuk pergelaran longser dibangun dari beberapa bagian penting yang menjadi ciri khas kesenian tersebut. Sebuah pergelaran Longsér biasanya dilengkapi oleh nayaga (penabuh musik), pemain, bodor (pelawak), dan ronggeng (penari merangkap penyanyi) yang berfungsi daya tarik tersendiri bagi penonton.

B.      SARAN
Kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini sangat kami harapkan.


DAFTAR PUSTAKA


http://nurrachmad-tkj1.blogspot.co.id/, 12 Desember 2015, 09:03.













                                                                                                                      


SESI TANYA

1. Sabri Hidayat :Apa maksud dari setengah lingkaran dan berapa lama durasi pertunjukkan longser ?
2. Cristian Feri Andre : Apakah longser ini pernah ditampilkan di acara komersial (ditampilkan di televisi) ?
3. Puji Puspita : Apa makna dari pertunjukkan Longser ?
4. Danang Kurnianto : Cerita apa saja yang dibawakan dalam pertunjukkan longser ?
5. Wahyu Apriadi : perpindahan dari kata doger sampai menjadi longser, adakah faktor yang mempengaruhi ?
6. Gustina Sri Rizki : Doger itu apa sih ?



















SESI MENJAWAB

1.             Setengah Lingkaran

Setengah lingkaran itu maksudnya adalah penonton yang mengelilingi pertunjukkan longser atau panggung pertunjukkan. Kenapa hanya setengah lingkaran yang seperti tapak kuda, itu karena di belakang pemain musik atau di belakang panggung merupakan tempat para penari atau pelaku seni berganti pakaian dan bersiap- siap.
Kenapa tidak dibuat satu lingkaran penuh ? jika di buat lingkaran penuh, penonton akan kesulitan menonton pertunjukkan longser karna tertutup oleh nayaga ( Penabuh Musik ) beserta alat-alatnya. Selain itu, pelaku juga akan membelakangi penonton.

Durasi Pertunjukkan :
Pola dasar pelaksanaan pagelaran secara garis besar  berbentuk seperti berikut :
a. Tatalu yaitu instrumental selama 20 menit dengan tujuan mengumpulkan penonton.
b. Bubuka/pembukaan dengan jalan menampilkan 4 pesilat secara rampak.
c. Penari tunggal yang diikuti oleh 2 pelawak sehingga si penari minta bantuan kepada pemimpin pementasan dan selanjutnya pementasan selang seling antara melawak, menari dan dialog. Dalam melawak tersebut si penari dijadikan sumber/alat melawak bagi si pelawak dengan penentu keputusan adalah pimpinan pementasan. Demikian pementasan sampai dengan pukul 23 malam.
d. Setelah itu pementasan berubah menjadi bentuk   drama yang mempunyai alur cerita dengan berakhir sampai pukul 1 malam, Kecuali bila mengadakan pementasan pada orang kenduri atau selamatan  biasanya pementasan berakhir sampai dengan pukul 3 pagi.

Nah, sebenarnya lama pertunjukkan longser ini tergantung kebutuhan dan permintaan. Namun biasanya pertunjukkan ini di mulai dari jam 20:00-22:00 di malam hari.

2.                  Penampilan Komersial

Seperti video yang kami tampilkan, pertunjukkan longser juga sering ditampilkan, salah satunya di stasiun televise TVRI. Karna kurangnya Apresiasi terhadap pertunjukkan longser membuat kita tidak mengetahui ciri-ciri pertunjukkan longser. Bisa jadi pertunjukkan yang kita tonton merupakan pertunjukkan longser yang kita tidak tahu.

3.                  Makna Kesenian Longser

Makna (pesan) dari pertunjukan longser itu sendiri tergantung dari cerita yang dibawakan. Misalnya cerita yang mempunyai pesan moril dan Agama. Salah satu contohnya seperti video yang sempat kami putar dengan judul “Kabayan Kesurupan”. Nah hal  yang dapat sedikit kami jelaskan karna vidionya terpotong dan tidak full. Jadi contoh dari segi moril yang dapat kami jelaskan itu tentang sifat individual yang terjadi saat sekarang dimana seseorang hanya sibuk dengan gadget nya sendiri.

4.             Cerita-Cerita yang Dibawakan
Cerita yang biasa dipentaskan Longser :
A.    Karta Genjer 
B.     Haji Nyandung
C.     Kedok Torotol                  
D.    Si Letar 
E.     Madgono dan Sutejo Mak Solo
Lagu-lagu sebelum Longser :
1. Kembang Beureum        4. Pareredan
2. Polos Tomo                   5. Kadipatenan
3. Golempang                    6. Kacang Asin
Lagu-lagu waktu Longser :
1. Kembang Beureum        7. Polos Tomo
2. Kembang Gadung           8. Golempang.
3. Pareredan                         9. Kadipatenan
4. Kacang Asin                     10. Geboy
5. Cikeruhan                        11. Hayam ngupuk
6. Sorban Palid                       12. dsb.

5. Perpindahan Doger hingga Longser

            Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sekitar tahun 1915 di Bandung terdapat sebuah pertunjukan rakyat yang disebut doger. Dalam perkembangannya doger berubah menjadi lengger kemudian berubah lagi menjadi longser.
            Pengertian dari longser belum ditemukan secara pasti apa artinya. Akan tetapi beberapa keterangan mengaitkan pengertian itu dalam kirata basa. Di dalam bahasa Sunda, ada yang dinamakan kirata basa (akronim) kependekan dari dikira-kira tapi nyata. Long dari kata melongyang artinya memandang dan berartinya ada sesuatu rasa, hasrat, atau gairah seksual. Namun tampaknya pengertian itu hanya dikarang-karang saja karena belum tentu kebenarannya, terlihat seperti terlalu dipaksakan.
            Nah adakah fakor yang mempengaruhi pertunjukkan Longser ? menurut kami faktor-faktor perkembangan yang terjadi itu karna adanya beberapa hal :
1.      Perkembangan zaman yang ada di daerah.
2.      Kreativitas dari para seniman untuk mengembangkannya baik dari segi pertunjukkan hingga busana.
3.      Pemisahan group yang menyatu sperti Ateng Japar pada awalnya bersatu dengan Bang Tilil tetapi kemudian memisahkan diri dengan membentuk grup baru sehingga membuat cerita semakin berkembag.

6.                  Doger

Doger itu merupakan nama awal sebelum menjadi nama  longser. Doger itu  dulunya adalah sebuah pertunjukkan tari (tandak). Tari tandak ini tergolongntarian pergaulan yang biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan wanita. Karna cerita yang ditampilkan kebanyakan tentang laki-laki yang merayu wanita namun dibawakan dengan unsur comedy.





TAMBAHAN MENJELASKAN
KOSTUM
Gambar 1: Keterangan pakain laki-laki

Gambar 2: Pakaian laki-laki

                

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah darah dan golongan darah

DAFTAR ISI BAB I                                                               PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG MASALAH ………………………………………………………………………… 1.2   RUMUSAN MASALAH …………………………………………………………………………………. 1.3   TUJUAN PENULISAN ………………………………………………………………………………….. BAB II 2.1 TINJAUAN KEPUSTAKAAN           …………………………………………………………………… BAB lll DARAH DAN GOLONGAN DARAH 3.1. Pengertian Darah         .......................................................................................................... 3.2 Sistem Peredaran Darah       ...
Politikus Inggris: Israel Harus Culik Obama LONDON – Politikus Partai Independen Inggris (UKIP) membuat heboh panggung politik di negara itu, setelah dia menyerukan Israel untuk menculik Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Seruan politikus bernama Jeremy Zeid  […] sumber :  http://jelajahilmu.com/
Iran Minta PBB Bertindak Hentikan Agresi Saudi di Yaman Siti Amalia Rizki   April 2, 2015   0 Sunting Ini AL KUWAIT – Pemerintah Iran meminta Sekjen PBB, Ban Ki-moon bertindak untuk menghentikan agresi militer Arab Saudi dan koalisi Teluk di Yaman yang sudah berlangsung seminggu. Permintaan Iran itu disampaikan  […] sumber :  http://jelajahilmu.com/